Anabaena azollae

Anabaena azollae

By: Ridaul Hayatin

NIM: E1A011048

 

Anabaena is a genus of filamentous cyanobacteria that exists as plankton. It is known for its nitrogen fixing abilities, and they form symbiotic relationships with certain plants, such as the mosquito fern. They are one of four genera of cyanobacteria that produce neurotoxins, which are harmful to local wildlife, as well as farm animals and pets. Production of these neurotoxins is assumed to be an input into its symbiotic relationships, protecting the plant from grazing pressure.

A DNA sequencing project was undertaken in 1999, which mapped the complete genome of Anabaena, which is 7.2 million base pairs long. The study focused on heterocysts, which convert nitrogen into ammonia. Certain species of Anabaena have been used on rice paddy fields, proving to be an effective natural fertilizer.

A.    Description and significance

Anabaena azollae is a small filamentous phototrophic cyanobacteria generally seen as a multicellular organism with two distinct, interdependent cell types. The first is a small, circular, photoautotrophic “vegetative” cell that performs oxygenic photosynthesis and is typically blue green in color. The second is a heterocyst; a larger, paler, more homogenous cell produced by Anabaena to fix atmospheric nitrogen. A. Azollae, although it can exist on its own, is usually found within ovoid cavities inside the leaves of the water fern Azolla. Azolla (also known as mosquito fern, duckweed fern, or fairy moss) is a genus of common water fern whose small leaves accumulate on the surface of bodies of water creating mats. Anabaena azollae and Azolla have formed a symbiotic relationship in which the cyanobacterium receives carbon and nitrogen sources from the plant in exchange for fixed nitrogen. This relationship has proven to be useful to humans in the production of food; specifically in the fertilization of rice paddies. Azolla is used as an organic biofertilizer to increase the nitrogen levels in the rice paddies. Anabaena azollae is a model organism commonly used in labs for the study of gene differentiation in the formation of heterocysts.

B.   Ecology (Including Pathogenesis)

Anabaena Azollae maintains a mutually beneficial symbiotic relationship with the water fern Azolla, which provides the cyanobacteria with a safe environment in exchange for nitrogen. Azolla is grown in tropical and temperate climates in calm bodies of water. A. Azollae are usually found within ovoid cavities, located within the plant’s dorsal leaves, and are connected to the external environment by pores. Epidermal cells inside the leaf cavity of Azolla project inwards forming numerous multicellular hairs with wart like outgrowths. These hairs are thought to serve as a pathway for the free exchange of nutrients between A. Azollae and Azolla. When free living, A. Azollae only develops between 5-10% of its cells into heterocysts. However, when living in conjunction with Azolla, A. Azollae will increase its heterocyst production up to 25-30%.

Although Anabaena azollae is not classified as a pathogen, Azolla is known to produce “toxic blooms” in their environment. A. Azollae is able to fix nitrogen so efficiently that populations of Azolla have been known to double their biomass every two to three days. The products are dangerous or deadly to animals and humans due to various cyanotoxins that are released.

 

C.   Interesting feature

For centuries the symbiotic relationship between A. Azollae and Azolla has benefited farmers across the world. Because of the “in house” nitrogen source provided by A. Azollae, Azolla has been used as “green manure” in China and other countries to fertilize rice paddies and increase rice production. Azolla is either incorporated as green manure at the beginning of the cropping season or grown as a dual crop along with rice, in the standing water of flooded fields. The nitrogen fixed by the cyanobacteria is either released upon decay Azolla or leached into the water from the growing Azolla and is available for uptake by the rice crop. Additionally, Azolla can promote aerobic transformations such as methane oxidation through enhanced aeration of the flood water in rice fields. This fern is responsible with providing between 50-75% of the nitrogen required by the rice crop. According to some reports, Azolla has helped increase rice yields as much as 158% per year.

In addition to fertilizer, Azolla is also used in fish food and garden mulch and is a natural food for various types of insects. Azolla can be used and as a water purifier and for the control of weeds, mosquitoes, and the reduction of ammonia volatilization that accompanies the application of chemical nitrogen fertilizers.

Sistem Endokrin pada Manusia

  1. Pengertian Sistem Endokrin

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon. Hormon merupakan senyawa protein atau senyawa steroid yang mengatur kerja proses fisiologis tubuh.

Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Sekret dari kelenjar endokrin dinamakan hormon.

Dasar dari sistem endokrin adalah hormon dan kelenjar (glandula), sebagai senyawa kimia perantara, hormon akan memberikan informasi dan instruksi dari sel satu ke sel lainnya. Banyak hormon yang berbeda-beda masuk ke aliran darah, tetapi masing-masing tipe hormon tersebut bekerja dan memberikan pengaruhnya hanya untuk sel tertentu

Apa yang menyebabkan anda merasa haus ketika habis berolahraga? apa yang menyebabkan rasa haus itu hilang ketika anda meminum air? Atau apa yang menyebabkan pria bisa tertarik kepada wanita dan juga sebaliknya? Selain itu siapa yang bertanggung jawab mengendalikan pertumbuhan tubuh hingga tinggi dan berat tubuh manusia beragam? Hormon! Itulah jawaban dari seluruh pertanyaan di atas.

 

Hormon adalah zat kimiawi yang bias menggerakan tubuh sebagai respon agar stabilitas tubuh terjaga. Hormon juga berasal dari bahasa yunani, yaitu hormaen yang artinya menggerakkan. Hormon juga sejatinya adalah zat yang hanya ada sedikit di dalam tubuh namun tak diragukan lagi fungsi dan kegunannya.

Fungsi Hormon adalah:

1. Memacu pertumbuhan dan metabolisme tubuh

2. Memacu reproduksi

3. Mengatur keseimbangan cairan tubuh/homeostasis

4. Mengatur tingkah laku

 

  1. Karakteristik Sistem Endokrin

Hormon bekerja dalam sistem umpan balik, yang memungkinkan tubuh untuk dipertahankan dalam situasi lingkungan optimal. Hormon mengontrol laju aktivitas selular. Hormon tidak mengawali perubahan biokimia, hormon hanya mempengaruhi sel-sel yang mengandung reseptor yang sesuai, yang melakukan fungsi spesifik.
Hormon mempunyai fungsi dependen dan interdependen. Pelepasan hormon dari satu kelenjar sering merangsang pelepasan hormon dari kelenjar lainnya. Hormon secara konstan di reactivated oleh hepar atau mekanisme lain dan diekskresi oleh ginjal.

Hormon disekresi dalam salah satu dari tiga pola berikut:

 1. Sekresi diurnal adalah pola yang naik dan turun dalam periode 24 jam. Kortisol adalah contoh hormon diurnal. Kadar kortisol meningkat pada pagi hari dan turun pada malam hari.

2. Pola sekresi hormonal pulsatif dan siklik naik turun sepanjang waktu tertentu, seperti bulanan. Estrogen adalah non siklik dengan puncak dan lembahnya menyebabkan siklus menstruasi.

3. Tipe sekresi hormonal yang ketiga adalah variabel dan tergantung pada kadar subtrat lainnya. Hormon paratiroid disekresi dalam berespons terhadap kadar kalsium serum.

 

  1. Fungsi Sistem Endokrin secara Umum

Fungsi sistem endokrin antara lain:

1. Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang.

2.      Menstimulasi urutan perkembangan.

3.      Mengkoordinasi sistem reproduktif.

4.      Memelihara lingkungan internal optimal.

5.   Melakukan respons korektif dan adaptif ketika terjadi situasi darurat.

 

  1. Sel-sel Penyusun Organ Sistem Endokrin

Sel-sel penyusun organ sstem endokrin dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

  1. Sel Neusekretori, adalah sel yang berbentuk seperti sel saraf, tetapi berfungsi sebagai penghasil hormon. Contoh sel neusekretori ialah sel saraf pada hipotalamus. Sel tersebut memperhatikan fungsi endokrin sehingga dapat juga disebut sebagai sel neuroendokrin. Sesungguhnya, semua sel yang dapat menghasilkan sekret disebut sebagai sel sekretori. Oleh karena itu, sel saraf seperti yang terdapat pada hipotalamus disebut sel neusekretori.
  2. Sel endokrin sejati, disebut juga sel endokrin klasik yaitu sel endokrin yang benar-benar berfungsi sebagai penghasil hormon, tidak memiliki bentuk seperti sel saraf. Kelenjar endokrin sejati melepaskan hormon yang dihasilkannya secara langsung ke dalam darah (cairan tubuh).

 

  1. Macam-Macam Kelenjar Endokrin dan Letak Masing-Masing Kelenjar serta Fungsinya

Dalam tubuh manusia, terdapat beberapa jenis kelenjar endokrin untuk memproduksi hormon, yaitu:

A. Berdasarkan aktivitasnya :

1. Kelenjar yang bekerja sepanjang masa

Kelenjar golongan ini akan bekerja terus menerus sepanjang kehidupan manusiadan akan terhenti jika sudah tidak ada kehidupan pada manusia tersebut. Sehinggatidak terbatas pada usia. Contoh: Hormon metabolisme.

2. Kelenjar yang bekerjanya mulai masa tertentu

Hormon golongan ini tidak akan dapat berfungsi jika belum mencapai prosesperkembangan dalam diri manusia atau proses pendewasaan sel yang terjadi dalamtubuh manusia. Kedewasaan sel akan terjadi pada saat usia tertentu seperti pada saatusia pubertas. Contoh: Hormon kelamin.

3. Kelenjar yang bekerja sampai pada masa tertentu

Hormon golongan ini bekerja pada saat manusia itu dilahirkan sampai pada usia tertentu. Pada usia tersebut terjadi proses pertumbuhan dari seluruh organ-organ tubuh manusia sampai dengan penyempurnaan organ. Sehingga masing-masing organ tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kecuali organ yang membutuhkan persyaratan kedewasaan sel. Hormon ini akan berhenti dihasilkan pada saat tubuh mulai memperlambat atau menghentikan proses pertumbuhan. Biasanya hormon ini bekerja pada kisaran usia 0 hari sampai 17 tahun (masa pertumbuhan). Contoh: Hormon pertumbuhan, kelenjar tymus.

B. Berdasarkan letaknya :

                                   

1. Kelenjar Hipofisis/pituitari di dasar cerebrum, di bawah hipotalamus

Dua kelenjar endokrin yang utama adalah hipotalamus dan hipofisis. Aktivitas endokrin dikontrol secara langsung dan tak langsung oleh hipotalamus, yang menghubungkan sistem persarafan dengan sistem endokrin. Dalam berespons terhadap input dari area lain dalam otak dan dari hormon dalam darah, neuron dalam hipotalamus mensekresi beberapa hormon realising dan inhibiting. Hormon ini bekerja pada sel-sel spesifik dalam kelenjar pituitari yang mengatur pembentukan dan sekresi hormon hipofisis. Hipotalamus dan kelenjar hipofisis dihubungkan oleh infundibulum. Hormon yang disekresi dari setiap kelenjar endokrin dan kerja dari masing-masing hormon. Perhatikan bahwa setiap hormon yang mempengaruhi organ dan jaringan terletak jauh dari tempat kelenjar induknya. Misalnya oksitosin, yang dilepaskan dari lobus posterior kelenjar hipofisis, menyebabkan kontraksi uterus. Hormon hipofisis yang mengatur sekresi hormon dari kelenjar lain disebut hormon tropik. Kelenjar yang dipengaruhi oleh hormon disebut kelenjar target.

Kelenjar hipofisis berukuran tidak lebih besar dari kacang tanah terletak terlindung di dasar tengkorak. Kelenjar ini terbagi atas 2 bagian, bagian depan dan bagian belakang. Bagian belakang merupakan kelanjutan dari hipotalamus (bagian dari otak). Hormon pertumbuhan banyak dihasilkan selama masa pertumbuhan, tetapi menurun setelah manusia mencapai usia dewasa. Jika hormon itu dihasilkan dalam jumlah berlebih selama masa pertumbuhan, akan didapatkan anak menjadi sangat tinggi.

Kelenjar hipofisis juga disebut dengan kelenjar pituitary, kelenjar ini dikenal sebagai master of glands (raja dari semua kelenjar) karena pituitari itu dapat mengkontrol kelenjar endokrin lainnya.

                                   

Sekresi hormon dari kelenjar pituitari ini dipengaruhi oleh faktor emosi dan perubahan iklim. Pituitari dibagi 2 bagian, yaitu anterior dan posterior. Kelenjar pituitari merangsang pengeluaran hormon pertumbuhan (Growth Hormone/GH). Pengeluaran hormon GH dirangsang oleh hormon pelepas pertumbuhan (Growth Hormone Relasing Factor/GHRF) yang di reproduksi oleh hipotalamus. Selain itu terdapat juga hormon yang fungsinya berlawanan dengan GHRF, yaitu hormon pelepas yang sifatnya menghambat yang juga dihasilkan oleh hipotalamus.

 

Macam-macam hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ini, antara lain:

  1. STH (Somatotrof Hormone)/ GH (Growth Hormon)/ Somatotropin. Fungsi Hormon STH (Somatotrof Hormone)/GH (GrowthHormon)/Somatotropin:
    1. Memacu pertumbuhan terutama pada peristiwa osifikasi, pada cakraepifise.
    2. Mengatur metabolisme lipid dan karbohidrat.
    3. LTH (Luteotropic Hormone)/ Prolactin/ Lactogenic Hormone, Fungsi Hormon LTH (Luteotropic Hormone)/Prolactin/Lactogenic Hormone yaitu untuk merangsang kelenjar mammae/kelenjar susu untuk menghasilkan air susu dan untuk memacu ovarium untuk menghasilan hormon estrogen dan progesterone. Mempunyai simbol PRL
    4. TSH (Thyroid Stimulating Hormone)/TREOTROP/Tirotropin: Hormon ini berfungsi untuk merangsang sekresi kelenjar tiroid.
    5. ACTH (Adrenocorticotropic Hormone)/ADRENOTROPIN/Corticotropin: Hormon ini berfungsi untuk merangsang kerja kelenjar adrenal.
    6. Gonadotropic/Hormon Kelamin :
  • FSH/Folicle Stimulating Hormone: memengaruhi pembentukan folikel selovum dan proses spermatogenesis.
  • LH (Luteinizing Hormone) atau ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone): Berfungsi untuk memacu sekresi hormon testosteron pada sel Leydig dan proses ovulasi sel ovum.

 

 

2. Kelenjar pineal/epipisis di cerebrum

Ada dua macam hormon yang ada pada kelenjar ini, yaitu:

  • Hormon melatonin: warna/pigmen kulit melanin. Hormon ini dapat juga mengaturrasa kantuk pada diri seseorang. Pada remaja hormon ini dihasilkan lebih banyak biladibandingkan dengan orang dewasa.
    •  Hormon vasotocin (Mammalia): mirip fungsinya dengan vasopresin dan oksitosin

 

  1. Kelenjar tiroid di daerah leher

Kelenjar tiroid menghasilkan tiga jenis hormon yaitu T3, T4 dan sedikit kalsitonin. Hormon T3 dan T4 dihasilkan oleh folikel sedangkan kalsitonin dihasilkan oleh parafolikuler. Bahan dasar pembentukan hormon-hormon ini adalah yodium yang diperoleh dari makanan dan minuman. Yodium yang dikomsumsi akan diubah menjadi ion yodium (yodida) yang masuk secara aktif ke dalam sel kelenjar dan dibutuhkan ATP sebagai sumber energi. Proses ini disebut pompa iodida, yang dapat dihambat oleh ATP-ase, ion klorat dan ion sianat.

Sel folikel membentuk molekul glikoprotein yang disebut Tiroglobulin yang kemudian mengalami penguraian menjadi monoiodotironin (MIT) dan Diiodotironin (DIT). Selanjutnya terjadi reaksi penggabungan antara MIT dan DIT yang akan membentuk Triiodotironin atau T3 dan DIT dengan DIT akan membentuk tetraiodotironin atau tiroksin (T4). Proses penggabungan ini dirangsang oleh TSH namun dapat dihambat oleh tiourea, tiourasil, sulfonamid, dan metil kaptoimidazol. Hormon T3 dan T4 berikatan dengan protein plasma dalam bentuk PBI (protein binding Iodine).

Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok berbentuk mirip kupu-kupu yang menempel di bagian depan batang tenggorok (trachea). Kelenjar ini ikut naik turun pada waktu menelan. Pembesaran kelenjar tiroid disebut goiter atau struma. Pembesaran ini dapat disebabkan oleh kebanyakan produksi hormone atau karena kekurangan iodium hingga produksi hormon berkurang, dan pada kasus lain karena tumor. Produksi hormon yang berlebihan dapat menyebabkan gejala jantung berdebar, yang bila berlarut-Iarut akan melemahkan jantung, banyak keringat dan berat badan turun, serta mata menonjol seperti ikan koki. Pembesaran tiroid yang aktif disebut hot nodule dan yang tidak aktif disebut cold nodule.

 

 

4. Kelenjar paratiroid di dekat kelenjar tiroid

Kelenjar paratiroid menempel pada bagian anterior dan posterior kedua lobus kelenjar tiroid oleh karenanya kelenjar paratiroid berjumlah empat buah. Kelenjar ini terdiri dari dua jenis sel yaitu chief cells dan oxyphill cells. Chief cells merupakan bagian terbesar dari kelenjar paratiroid, mensintesa dan mensekresi hormon paratiroid atau parathormon disingkat PTH.

Kelenjar paratiroid menghasilkan parathormon yang turut mengatur kadar calcium darah. Kelenjar ini berukuran sebesar beras, berjumlah 4, terletak di sudut-sudut kelenjar tiroid, karena itu kadang-kadang ikut terpotong pada operasi tiroid. Jika itu terjadi, bagi yang bersangkutan tidak terlalu menjadi masalah jika masih ada 1-2 kelenjar yang tertinggal. Tanpa kelenjar ini yang bersangkutan akan mengalami kejang otot karena gangguan kadar calcium darah.

Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan posfat tubuh. Organ targetnya adalah tulang, ginjal dan usus kecil (duodenum). Terhadap tulang, PTH mempertahankan absorpsi tulang sehingga kalsium serum meningkat. Di tubulus ginjal, PTH mengaktifkan vitamin D. Dengan vitamin D yang aktif akan terjadi peningkatan absorpsi kalsium dan posfat dari intestin. Selain itu hormon ini pun akan meningkatkan reabsorpsi Ca dan Mg di tubulus ginjal, meningkatkan pengeluaran Posfat, HCO3 dan Na. Karena sebagian besar kalsium disimpan di tulang maka efek PTH lebih besar terhadap tulang. Faktor yang mengontrol sekresi PTH adalah kadar kalsium serum di samping tentunya PTSH.

 

5. Kelenjar timus di rongga dada

Merupakan penimbunan dari hormon somatotrof dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan selama masa pertumbuhan sampai dengan masa pubertas, setelah melewati mas pubertas, secara perlahan hormon ini akan berkurang sedikit demi sedikit.

 

Hormon ini berfungsi :

  1. Mengatur proses pertumbuhan.
  2. Kekebalan tubuh/imunitas setelah kelahiran.
  3. Memacu pertumbuhan dan pematangan sel Limfosit yang menghasilkan Lymphocyte cell/T Cell.- Bila kekurangan atau kelebihan, gejalanya hampir mirip dengan hormon tiroksin.

 

6. Kelenjar adrenal/suprarenalis

Terletak di kutub atas kedua ginjal. Disebut juga sebagai kelenjar suprarenalis karena letaknya di atas ginjal. Dan kadang juga disebut sebagai kelenjar anak ginjal karena menempel pada ginjal. Kelenjar adrenal terdiri dari dua lapis yaitu bagian korteks dan bagian medulla. Keduanya menunjang dalam ketahanan hidup dan kesejahteraan, namun hanya korteks yang esensial untuk kehidupan.

 

Kelenjar suprarenal, bagian pinggir (cortex) dan tengah (medulla). Bagian cortex menghasilkan hormon pengatur keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh (adrenocorticotrophichormone, ACTH) dan vital untuk kehidupan. Bagian medulla menghasilkan adrenalin dan juga merupakan bagian dari sistem simpatis. Kelenjar suprarenal juga menghasilkan sex-hormone dalarn jumlah sedikit.

 

 

Bagian-bagian korteks, yaitu:

 

a. Korteks adrenal esensial untuk bertahan hidup. Kehilangan hormon adrenokortikal dapat menyebabkan kematian. Korteks adrenal mensintesa tiga kelas hormon steroid yaitu mineralokortikoid, glukokortikoid, dan androgen.

b. Mineralokortikoid (pada manusia terutama adalah aldosteron) dibentuk pada zona glomerulosa korteks adrenal. Hormon ini mengatur keseimbangan elektrolit dengan meningkatkan retensi natrium dan ekskresi kalium. Aktivitas fisiologik ini selanjutnya membantu dalam mempertahankan tekanan darah normal dan curah jantung. Defisiensi mineralokortikoid mengarah pada hipotensi, hiperkalemia, penurunan curah jantung, dan dalam kasus akut, syok. Kelebihan mineralokortikoid mengakibatkan hipertensi dan hipokalemia.

c. Glukokortikoid dibentuk dalam zona fasikulata. Kortisol merupakan glukokortikoid utama pada manusia. Kortisol mempunyai efek pada tubuh antara lain dalam: metabolism glukosa (glukosaneogenesis) yang meningkatkan kadar glukosa darah; metabolisme protein; keseimbangan cairan dan elektrolit; inflamasi dan imunitas; dan terhadap stresor.

d. Hormon seks korteks adrenal mensekresi sejumlah kecil steroid seks dari zona retikularis. Umumnya adrenal mensekresi sedikit androgen dan estrogen dibandingkan dengan sejumlah besar hormon seks yang disekresi oleh gonad. Namun produksi hormon seks oleh kelenjar adrenal dapat menimbulkan gejala klinis. Misalnya, kelebihan pelepasan androgen menyebabkan virilisme. Sementara kelebihan pelepasan estrogen menyebabkan ginekomastia dan retensi natrium dan air.

 

7. Kelenjar pulau langerhans/pankreas di rongga perut

Kelenjar pancreas melalui pulau-pulau langerhans yang tersebar di dalamnya menghasilkan hormon insulin dan glucagon. Kedua hormon ini mengatur kadar dan penggunaan glukosa dalarn darah. Gangguan produksi hormon insulin mengakibatkan terjadinya penyakit diabetes mellitus.

Pankreas terletak di retroperiotoneal rongga abdomen bagian atas, dan terbentang horizontal dari cincin duodenal ke lien. Panjang sekitar 10-20 cm dan lebar 2.5-5 cm. mendapat pasokan darah dari arteri mensenterika superior dan splenikus.

 

Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin. Fungsinya sebagai organ endokrin didukung oleh pulau-pulau Langerhans. Pulau-pulau Langerhans terdiri tiga jenis sel yaitu; sel alpha yang menghasilkan glukoagon, sel beta yang menghasilkan insulin, dan sel deltha yang menghasilkan somatostatin namun fungsinya belum jelas diketahui.

Organ sasaran kedua hormon ini adalah hepar, otot dan jaringan lemak. Glukagon dan insulin memegang peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Bahkan keseimbangan kadar gula darah sangat dipengaruhi oleh kedua hormon ini. Fungsi kedua hormon ini saling bertolak belakang. Kalau secara umum, insulin menurunkan kadar gula darah sebaliknya untuk glukagon meningkatkan kadar gula darah. Perangsangan glukagon bila kadar gula darah rendah, dan asam amino darah meningkat. Efek glukoagon ini juga sama dengan efek kortisol, GH dan epinefrin. Dalam meningkatkan kadar gula darah, glukagon merangsang glikogenolisis (pemecahan glikogen menjadi glukosa) dan meningkatkan transportasi asam amino dari otot serta meningkatkan glukoneogenesis (pemecahan glukosa dari yang bukan karbohidrat). Dalam metabolisme lemak, glukagon meningkatkan lipolisis (pemecahan lemak). Dalam menurunkan kadar gula darah, insulin sebagai hormon anabolik terutama akan meningkatkan difusi glukosa melalui membran sel di jaringan.

Efek anabolik penting lainnya dari hormon insulin adalah sebagai berikut:

a. Efek pada hepar

1) Meningkatkan sintesa dan penyimpanan glukosa

2) Menghambat glikogenolisis, glukoneogenesis dan ketogenesis

3) Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas di hepar

b. Efek pada otot

1) Meningkatkan sintesis protein

2) Meningkatkan transportasi asam amino

3) Meningkatkan glikogenesis

c. Efek pada jaringan lemak

1) Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas

2) Meningkatkan penyimpanan trigliserida

3) Menurunkan lipolisis

 

8. Kelenjar Usus dan lambung di rongga perut

Terdapat dua hormon pada kelenjar usus, yaitu:

  1.  Hormon Sekretin, berfungsi memacu sekresi getah usus dan pankreas.
  2.  Hormon Kolesistokinin, berfungsi memacu sekresi getah empedu dan pankreas.

 

 

9. Kelenjar kelamin

 

Kelenjar kelamin atau kelenjar gonad menghasilkan hormon dan dua sel kelamin. Dua sel kelamin tersebut, yaitu:

  1.  Ovarium di rongga perut

Ovarium berfungsi sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Sebagai organ endokrin, ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Sebagai organ reproduksi, ovarium menghasilkan ovum (sel telur) setiap bulannya pada masa ovulasi untuk selanjutnya siap untuk dibuahi sperma. Estrogen dan progesteron akan mempengaruhi perkembangan seks sekunder, menyiapkan endometrium untuk menerima hasil konsepsi serta mempertahankan proses laktasi. Estrogen dibentuk di sel-sel granulosa folikel dan sel lutein korpus luteum. Progesteron juga dibentuk di sel lutein korpus luteum.

  1. Testis di rongga perut bawah

Dua buah testes ada dalam skrotum. Testis mempunyai dua fungsi yaitu sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Menghasilkan hormon testosteron dan estradiol di bawah pengaruh LH. Testosteron diperlukan untuk mempertahankan spermatogenesis sementara FSH diperlukan untuk memulai dan mempertahankan spermatogenesis. Estrogen mempunyai efek menurunkan konsentrasi testosteron melalaui umpan balik negatif terhadap FSH sementara kadar testosteron dan estradiol menjadi umpan balik negatif terhadap LH. Fungsi testis sebagai organ reproduksi berlangsung di tubulus seminiferus. Efek testosteron pada fetus merangsang diferensiasi dan perkembangan genital ke arah pria. Pada masa pubertas hormon ini akan merangsang perkembangan tanda-tanda seks sekunder seperti perkembangan bentuk tubuh, pertumbuhan dan perkembangan alat genital, distribusi rambut tubuh, pembesaran laring dan penebalan pita suara serta perkembangan sifat agresif. Sebagai hormon anabolik, akan merangsang pertumbuhan dan penutupan epifisis tulang.

 

 

  1. Sistem Kerja Hormon

Kerja sistem endokrin lebih lambat dibandingkan dengan sistem saraf, sebab untuk mencapai sel target hormone harus mengikuti aliran sistem transportasi. Hormon bekerja sama dengan sistem saraf untuk mengatur pertumbuhan dan tingkah keseimbangan internal, reproduksi dan tingkah laku. Kedua sistem tersebut mengaktifkan sel untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya dengan menggunakan messenger kimia. Hormon bertindak sebagai pembawa pesan atau messenger kimia dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, dan mempengaruhi sel target yang ada di seluruh tubuh, dan selanjutnya sel target akan menerjemahkan pesan tersebut menjadi suatu tindakan.

Messenger kimia dalam sistem neuron adalah neurotransmitter. Neurotransmitter bergerak melalui celah sinapsis, hingga mencapai sel target. Sel target memiliki reseptor sebagai alat untuk mengenali impuls atau rangsangan. Ikatan antara reseptor dengan hormon di dalam atau di luar sel target, menyebabkan respon pada sel target.

 

 

  1. Zat-Zat Kimia yang Menyerupai Hormon

Terdapat sejumlah zat kimia yang menyerupai hormon, antara lain :

  • Hormon Timik: Hormon dari kelenjar timus (thymus), berperan untuk mempengaruhi perkembangan sel limfosit B menjadi sel plasma, yaitu sel penghasil antibodi.
  • Hormon Brakidin: Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang sedang aktif, bekerja sebagai vasodilator (yang menyebabkan pembuluh darah membesar) sehingga dapat meningkatkan aliran darah dan merangsang pengeluaran keringat dan air ludah dalam jumlah lebih banyak.
  • Hormon Eritropuitin: Merupakan glikoprotein yang proses sintesisnya melibatkan hati dan ginjal, hormon ini dapat merangsang pusat pembentukan sal darah di sumsum tulang sehingga tubuh akan menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini bermanfaat dalam meningkatkan jumlah oksigen yang dapat diangkut oleh darah.
  • Hormon Prostaglin, Eritropuitin, Histamin, Kinin, dan Renin dapat disintesis secara luas oleh berbagai jaringan tua organ yang sebenarnya tidak berfungsi sebagai organ endokrin.
  • Hormon Feromon: suatu senyawa kimia spesifik yang dilepaskan oleh hewan ke lingkunganya dan dapat menimbulkan respons perilaku, perkembangan, reproduktif. Dan untuk memberikan daya tarik seksual, menandai daerah kekuasaan, mengenali individu lain dalam spesies yang sama dan berperan penting dalam sinkronisasi siklus seksual.

 

PEMANFAATAN ANTITUMOR KEKEBALAN

Oleh: Ridaul Hayatin

Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon sehingga mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal. Kanker juga sering disebut dengan tumor ganas. Kebanyakan orang sulit sembuh dari penyakit kanker. Meskipun pengobatan yang dilakukan sangat efektif dan mencapai remisi yaitu berkurangnya gejala-gejala penyakit untuk sementara waktu. Kanker sering kambuh karena berkembang resistan terhadap obat klon dan repopulating sel induk tumor yang selamat. Sehingga dirancang sebuah pengobatan baru yaitu antitumor kekebalan. Sel dendritik memiliki peran dalam regulasi dan pengembangan kekebalan tubuh. Konsekuensi dari sistem kekebalan terhadap pembunuhan sel tumor disebabkan oleh alat kemoterapi tersendiri dan beberapa akibat dari perbedaan pada sel dendritik (DC) dan limfosit dalam rentang 2 minggu sangat mempengaruhi pengembangan terhadap kekebalan tubuh. Kemoterapi sitotoksik sering mengakibatkan leukopenia yang parah berkepanjangan yang dapat menghilangkan sel dendritik (DC), sehingga sering mengakibatkan tidak berfungsinya kekebalan tubuh. Leukopenia merupakan penyakit di mana keadaan jumlah leukosit yang kurang dalam darah putih.

Studi praklinis menunjukkan bahwa limfosit terminal kanker pasien dapat dikonversi dari pengamat toleran in vivo menjadi efektif sitotoksik T-limfosit secara in vitro membunuh sendiri sel  pasien tumor yang mengandung obat tahan klon dan sel induk tumor. Percobaan klinis menggabungkan peginterferon α-2b dengan imatinib untuk pengobatan stadium III / IV tumor gastrointestinal stromal (GIST) dengan rasional yang peginterferon α-2b berfungsi sebagai sinyal bahaya untuk mempromosikan kekebalan antitumor sementara pembunuhan tumor efektif imatinib yang merusak tumor yang diinduksi toleransi dan spesifik tumor pasokan antigen in vivo tanpa leukopenia, sehingga memungkinkan untuk sel dendritik yang tepat dan sitotoksik T-limfosit Th1 diferensiasi terhadap respon. Dalam penelitian ini ada delapan pasien yang terdaftar untuk didiagnosis dengan biopsi yaitu pemeriksaan terhadap organisme organ-organ atau jaringan-jaringan yang hidup. Empat pasien mencapai stadium III dan empat pasien yang lainnya sudah mencapai stadium IV dengan metastasis  yaitu perpindahan penyakit ke hati, paru-paru dan peritoneum (selaput rongga perut). Sejarah alam dan respon GIST terhadap pengobatan IM (Imatinib Mesylate) telah terbukti berkolerasi dengan ciri jaringan, stadium, bagian anatomi, dan genotipe. GIST dari tiga pasien memendam mutasi KIT ekson 11 , satu orang memendam mutasi KIT ekson 9, dua pasien yang lain memiliki KIT WT (Wild Type) dan PDGRFA dan dua memiliki materi dari FNA untuk genotipe. Efek samping dari pengobatan ini yaitu semua pasien mengalami transient tingkat rendah, demam, dan gejala flu yang ringan.

Analisis sementara dari delapan pasien menunjukkan induksi signifikan IFN-γ yang memproduksi-CD8 +, CD4 +-,-NK sel, dan IFN-γ yang memproduksi-tumor infiltrasi limfosit, menandakan signifikan Th1 respon dan aktivasi sel NK. Setelah median follow up 3,6 tahun, lengkap respon (CR) + respon parsial (PR) = 100% kelangsungan hidup, secara keseluruhan = 100%, satu pasien meninggal karena penyakit yang tidak terkait sementara di remisi, enam dari tujuh pasien dievaluasi baik dalam melanjutkan PR / CR (5 pasien) atau memiliki kelangsungan hidup bebas perkembangan (PFS, 1 pasien) melebihi batas atas tingkat kepercayaan 95% dari genotipe-spesifik-PFS III fase imatinib-monoterapi (CALGB150105/SWOGS0033), menunjukkan sangat menjanjikan hasil klinis. Sidang saat ini ditutup untuk persiapan uji coba masa depan yang lebih besar. Kami menyimpulkan bahwa kombinasi terapi yang ditargetkan dan immunotherapy aman dan diinduksi Th1 respon yang signifikan dan aktivasi sel NK dan menunjukkan kemanjuran klinis yang sangat menjanjikan di GIST, sehingga penjamin pembangunan di jenis tumor lain.

Sumber :

Lei L. Chen • Xinjian Chen • Haesun Choi • Hongxun Sang • Leo C. Chen • Hongbo Zhang • Launce Gouw • Robert H. Andtbacka • Benjamin K. Chan • Christopher K. Rodesch • Arnie Jimenez • Pedro Cano • Kimberly A. Jones • Caroline O. Oyedeji • Tom Martins • Harry R. Hill • Jonathan Schumacher • Carlynn Willmore • Courtney L. Scaife • John H. Ward • Kathryn Morton • R. Lor Randall • Alexander J. Lazar • Shreyaskumar Patel • Jonathan C. Trent • Marsha L. Frazier • Patrick Lin • Peter Jensen • Robert S. Benjamin. 2012. Exploiting antitumor immunity to overcome relapse and improve remission duration.11:1-12.

Mengenal Phylum Nemathelminthes

Nemathelminthes (dalam bahasa yunani, nema = benang, helminthes = cacing) disebut sebagai cacing gilig karan tubuhnya berbentuk bulat panjang atau seperti benang.Berbeda dengan Platyhelminthes yang belum memiliki rongga tubuh, Nemathelminthes sudah memiliki rongga tubuh meskipun bukan rongga tubuh sejati.Oleh karena memiliki rongga tubuh semu, Nemathelminthes disebut sebagai hewan Pseudoselomata.

Ciri tubuh
Ciri tubuh Nemathelminthes meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.

Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran tubuh Nemathelminthes umunya mikroskopis, meskipun ada yang panjang nya sampai 1 meter.Individu betina berukuran lebih besar daripada individu jantan.Tubuh berbentuk bulat panjang atau seperti benang dengan ujung-ujung yang meruncing.

Struktur dan fungsi tubuh
Permukaan tubuh Nemathelminthes dilapisi kutikula untuk melindungi diri.Kutikula ini lebih kuat pada cacing parasit yang hidup di inang daripada yang hidup bebas.Kutikula berfungsi untuk melindungi dari dari enzim pencernaan inang.
Nemathelminthes memiliki sistem percenaan yang lengkap terdiri dari mulut, faring, usus, dan anus.Mulut terdapat pada ujung anterior, sedangkan anus terdapat pada ujung posterior. Beberapa Nemathelminthes memiliki kait pada mulutnya.
Nemathelminthes tidak memiliki pembuluh darah. Makanan diedarkan keseluruh tubuh melalui cairan pada pseudoselom.
Nemathelminthes tidak memiliki sistem respirasi, pernapasan dilakukan secara difusi melalui permukaan tubuh.Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu berbeda.

Cara hidup dan habitat
Nemathelminthes hidup bebas atau parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.Nemathelminthes yang hidup bebas berperan sebagai pengurai sampah organik, sedangkan yang parasit memperoleh makanan berupa sari makanan dan darah dari tubuh inangnya.
Habitat cacing ini berada di tanah becek dan di dasar perairan tawar atau laut.Nemathelminthes parasit hidup dalam inangnya.

Reproduksi
Nemathelminthes umumnya melakukan reproduksi secara seksual.Sistem reproduksi bersifat gonokoris, yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda.Fertilisasi terjadi secara internal.Telur hasil fertilisasi dapat membentuk kista dan kista dapat bertahan hidup pada lingkungan yang tidak menguntungkan.

Klasifikasi
Nemathelminthes dibagi menjadi dua kelas, yaitu Nematoda dan Nematophora.Pada uraian berikut akan dibahas beberapa spesies dari nematoda yang merupakan parasit bagi manusia.

Ascaris lumbricoides (cacing perut)

 

ascaris2

Cacing ini hidup di dalam usus halus manusia sehingga sering kali disebut cacing perut.Ascaris lumbricoides merupakan hewan dioseus, yaitu hewan dengan jenis kelamin berbeda, bukan hemafrodit.Ascaris lumbricoides hanya berkembang biak secara seksual.Ascaris lumbricoides jantan memiliki sepasang alat berbentuk kait yang menyembul dari anus disebut spikula.Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin cacing bretina dan memindahkan sperma saat kawin.
Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan, umumnya pada anak-anak.Infeksi ini terjadi pada saat mengkonsumsi makanan tau minuman yang tercemar telur ascaris.

Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
Cacing ini dinamakan cacing tambang karena ditemukan di pertambangan daerah tropis.Cacing tambang dapat hidup sebagai parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh pada usus halus manusia.Cacing ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari cacing perut.Cacing tambang Ancylostoma memiliki ujung anterior melengkung membentuk kapsul mulut dengan 1 -4 pasang kait kitin atau gigi pada sisi ventralnya.Kait kitin berfungsi untuk menempel pada usus inangnnya.Pada ujung posterior cacing tambang jantan terdapat bursa kopulasi.Alat ini digunakan untuk menangkap dan memegang cacing betina saat kawin.Cacing betina memiliki vulva (organ kelamin luar) yang terdapat didekat bagian tengah tubuhnya.

Oxyuris vermicularis (cacing kremi)

 

enterobius-vermicularis

Cacing ini disebut cacing kremi karena ukurannya yang sangat kecil. sekitar 10 -15 mm. Cacing kremi hidup di dalam usus besar manusia.Cacing kremi tidak menyebabkan penyakit yang berbahaya namun cukup mengganggu.Infeksi cacing kremi tidak memerlukan perantara.Telur cacing dapat tertelan bila kita memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing ini.
Pengulangan daur infeksi cacing kremi secara autoinfeksi, yaitu dilakukan ole penderita sendiri.Cacing ini bertelur pada anus penderita dan menyebabkan rasa gatal.Jika penderita sering menggaruk pada bagian anus dan tidak menjaga kebersihan tangan, maka infeksi cacing kremi akan terjadi kembali.

Wuchereria bancrofti (cacing rambut)

Cacing rambut dinamakan pula cacing filaria.Tempat hidupnya di dalam pembuluh limfa.Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah ( elefantiasis ), yaitu pembengkakan tubuh.Pembengkakan terjadi karena akumulasi cairan dalam pembuluh limfa yang tersumbat oleh cacing filaria dalam jumlah banyak.Cacing filaria masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Culex yang banyak terdapat di daerah tropis.

Trichinella spiralis
Cacing ini hidup pada otot manusia dan menyebabkan penyakit trikhinosis atau kerusakan otot.Manusia yang terinfeksi cacing ini karena memakan daging yang tidak dimasak dengan baik.

 

Phylum Nemathelminthes

Lanjutan dari postingan sebelumnya yang berjudul Phylum Platyhelminthes, kali ini kita akan membahas masih tentang cacing. Tapi cacing yang ini berbeda dengan cacing sebelumnya. Cacing-cacing yang akan kita bahas termasuk ke dalam Phylum Nemathelminthes atau sering disebut juga Nematoda. Nemathelminthes berasal dari bahasa yunani yaitu nema = benang, dan helminthes = cacing. Jadi Nemathelminthes itu hewan Cacing yang berbentuk seperti benang. Sturktur tubuh Nemathelminthes berbeda dengan Platyhelminthes. Tubuh Nemathelminthes sudah memiliki rongga walaupun hanya rongga semu. Oleh sebab itulah Nemathelminthes disebut hewan Triploblastik Pseudoselomata.

Pokok bahasan

  1. Ciri-ciri Nemathelminthes
  2. Ciri tubuh Nemathelminthes
  3. Cara Hidup dan Habitat Nemathelminthes
  4. Reproduksi Nemathelminthes
  5. Klasifikasi Nemathelminthes

 

 

Ciri-Ciri Nemathelminthes

 

  1. Merupakan hewan multiseluler avertebrata
  2. Hidup parasit di dalam tubuh makhluk hidup lain, dan ada juga yang hidup bebas
  3. Merupakan hewan Triploblasik Pseudoselomata
  4. Tubuhnya simetri Bilateral
  5. Tubuh dilapisi kutikula yang berfungsi untuk melindung diri
  6. Memiliki sistem pencernaan
  7. Tidak memiliki pembuluh darah dan sistem respirasi
  8. Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu yang berbeda
  9. Reprduksi secara seksual
  10. Telurnya dapat membentuk kista.

 

Ciri tubuh

Nemathelminthes pada umumnya memiliki ukuran tubuh yang mikroskopis, namun ada juga yang mencapai panjang 1 meter. Individu betina memiliki ukuran lebih besar daripada individu jantannya. Permukaan tubuh Nemathelminthes dilapisi oleh Kutikula. Kutikula itu sendiri berfungsi sebagai pelindung Nemathelminthes dalam menghadapi enzim-enzim pencernaan di dalam tubuh inangnya. Nemathelminthes sudah memiliki alat pencernaan yang lengkap mulai dari mulut, faring, usus, dan anus. Mulut nemathelminthes berada di bagian depan (anterior), sedangkan anus berada di ujung belakang (posterior). Nemathelminthes tidak memiliki sistem peredaran darah jadi sari sari makanan diedarkan melalui cairan pada pseudoselom. Nemathelminthes tidak memiliki sistem respirasi. Jadi dia bernafas secara difusi melalui permukaan tubuh. Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu yang berbeda.

struktur tubuh Nemathelminthes betina

Cara Hidup dan Habitat Nemathelminthes

Nemathelminthes hidup bebas ataupun parasit. Nemathelminthes yang hidup bebas berperan dalam penguraian sampah organik. Sedangkan yang hidup secara parasit, dia mengambil makanan dari sari makanan atau darah inangnya.
Nemathelminthes yang hidup bebas terdapat di tanah becek di dasar perairan tawar atau laut. Sedangkan Nemathelminthes yang hidup parasit hidup di dalam tubuh makhluk hidup. Hampir seluruh hewan merupakan habitan bagi si Nemathelminthes.

Reproduksi Nemathelminthes

Nemathelminthes melakukan reproduksi secara seksual yang bersifat gonokoris. Gonokoris yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah di individu yang berbeda. Proses pembuahan (fertilisasi) terjadi secara internal. Fertilisasi dapat menghasilkan lebih dari seratus ribu telur per hari. Telur dapat membentuk kista. Kista ini dapat bertahan hidup di tempat yang tidak menguntungkan.

Klasifikasi Nemathelminthes

Phylum Nemathelminthes dibagi menjadi dua kelas yaitu:

  1. Nematoda
  2. Nematophora.

Kelompok nematoda yang merugikan manusia.

  1. Ascaris lumbricoides (cacing perut)
  2. Necator americanus (cacing tambang)
  3. Oxyrus vemicularis (cacing kremi)
  4. Wuchereria bancrofti (cacing rambut).

 

PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA DAN DI BARAT

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme system pemerintahan suatu Negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.

  1. Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Semenjak kemerdekaan 17 agustus 1945, Undang Undang Dasar 1945 memberikan penggambaran bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Dalam mekanisme kepemimpinannya Presiden harus bertanggung jawab kepada MPR dimana MPR adalah sebuah badan yang dipilih dari Rakyat. Sehingga secara hirarki seharusnya rakyat adalah pemegang kepemimpinan negara melalui mekanisme perwakilan yang dipilih dalam pemilu. Indonesia sempat mengalami masa demokrasi singkat pada tahun 1956 ketika untuk pertama kalinya diselenggarakan pemilu bebas di Indonesia, sampai kemudian Presiden Soekarno menyatakan demokrasi terpimpin sebagai pilihan sistem pemerintahan. Setelah mengalami masa Demokrasi Pancasila, sebuah demokrasi semu yang diciptakan untuk melanggengkan kekuasaan Soeharto, Indonesia kembali masuk kedalam alam demokrasi pada tahun 1998 ketika pemerintahan junta militer Soeharto tumbang. Tumbangnya Orde Baru pada tanggal 21 Mei 1998, adalah momentum pergantian kekuasaan yang sangat revolusioner dan bersejarah di negara ini. Dan pada tanggal 5 Juli 2004, terjadilah sebuah pergantian kekuasaan lewat Pemilu Presiden putaran pertama. Pemilu ini mewarnai sejarah baru Indonesia, karena untuk pertama kali masyarakat memilih secara langsung presidennya. Sebagai bangsa yang besar tentu kita harus banyak menggali makna dari sejarah. Demokrasi di negara Indonesia sudah mengalami kemajuan yang pesat. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan dibebaskan menyelenggarakan kebebasan pers, kebebasan masyarakat dalam berkeyakinan, berbicara, berkumpul, mengeluarkan pendapat, mengkritik bahkan mengawasi jalannya pemerintahan. Tapi bukan berarti demokrasi di Indonesia saat ini sudah berjalan sempurna. Masih banyak persoalan yang muncul terhadap pemerintah yang belum sepenuhnya bisa menjamin kebebasan warga negaranya. Seperti meningkatnya angka pengangguran, bertambahnya kemacetan di jalan, semakin parahnya banjir, dan masalah korupsi. Dalam kehidupan berpolitik di setiap negara yang kerap selalu menikmati kebebasan berpolitik namun tidak semua kebebasan berpolitik berjalan sesuai dengan yang diinginkan, karena pada hakikatnya semua sistem politik mempunyai kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Demokrasi adalah sebuah proses yang terus menerus merupakan gagasan dinamis yang terkait erat dengan perubahan. Jika suatu negara mampu menerapkan kebebasan, keadilan, dan kesejahteraan dengan sempurna, maka negara tersebut adalah negara yang sukses menjalankan sistem demokrasi. Sebaliknya, jika suatu negara itu gagal menggunakan sistem pemerintahan demokrasi, maka negara itu tidak layak disebut sebagai negara demokrasi. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara Indonesia yang menganut sistem pemerintahan yang demokrasi, kita sudah sepatutnya untuk terus menjaga, memperbaiki, dan melengkapi kualitas-kualitas demokrasi yang sudah ada. Demi tercapainya suatu kesejahteraan, tujuan dari cita-cita demokrasi yang sesungguhnya akan mengangkat Indonesia kedalam suatu perubahan.

Kelebihan Demokrasi Indonesia

1. Bebas untuk mengungkapkan pendapatnya masing-masing

2. Bebas untuk beraspirasi

3. Bebas berdemonstrasi (demonstrasi yang sehat)

4. Rakyat berhak mendapatkan perlindungan HAM

 

Kekurangan Demokrasi Indonesia

  1. Banyaknya perpecahan dan konflik yang terjadi karena masalah politik
  2. Terlalu banyak partai politik yang membuat persaingan menjadi tidak sehat
  3. Mudah terpengaruh dengan banyaknya pendapat yang provokatif, sehingga banyak tindakan hirarki
  4. Tidak ada respon cepat dari pemerintah untuk menanggulangi masalah-masalah yang terjadi pada rakyat karena terlalu banyak pendemo sehingga perhatian pemerintah terbagi.
  5. Pemerintah Indonesia lebih banyak mementingkan kepentingan Negara dibandingkan dengan rakyat kecil.
  1. Perkembangan Demokrasi di Barat

Demokrasi barat atau demokrasi liberal oleh kaum komunis disebut demokrasi kapitalis. Demokrasi barat ialah demokrasi yang dianut oleh Negara-negara Eropa Barat dan Amerika.

Tujuan dari demokrasi barat, yaitu agar manusia tidak diangap sebagai alat belaka, melainkan manusia dipandang sebagai makhluk hidup yang memiliki tujuan sendiri.

Menurut catatan sejarah, sistem demokrasi Barat yang pertama di dunia adalah diasaskan oleh kerajaan Perancis semasa peristiwa Revolusi Perancis pada tahun 1789.  Menurut catatan sejarah, sistem demokrasi Barat yang pertama di dunia adalah diasaskan oleh kerajaan Perancis semasa peristiwa Revolusi Perancis pada tahun 1789.

Konsep demokrasi semula lahir dari pemikiran mengenai hubungan Negara dan hukum Yunani Kuno dan dipraktekkan dalam hidup bernegara antara abad ke-6 SM sampai abad ke-4 SM. Bentuk demokrasi yang dipraktekkan pada masa itu adalah demokrasi langsung dimana hak rakyat untuk membuat keputusan politik dijalankan secara langsung berdasarkan prosedur mayoritas. Bentuk demokrasi langsung tersebut dapat dijalankan dengan baik di Yunani Kuno, disebabkan karena Negara Kota ini merupakan wilayah Negara yang tidak terlalu besar dengan jumlah penduduk sekitar 300.000 jiwa sehingga demokrasi dapat dijalankan walaupun dalam kondisi sederhana. Selain itu ketentuan-ketentuan untuk menikmati hak demokrasi hanya dapat dirasakan oleh warga Negara resmi, sedangkan budak, pedagang asing, perempuan dan anak-anak tidak dapat menikmatinya. Gagasan demokrasi di Yunani Kuno ini berakhir pada abad pertengahan. Pada abad pertengahan masyarakat barat dicirikan dengan feodalisme, kehidupan spiritual dikuasi oleh Paus dan pejabat agama, dan kehidupan politiknya selalu diwarnai dengan perebutan kekuasaan diantara para bangsawan. Karena itu demokrasi tidak dapat berjalan pada abad ini. Keadaan seperti itu terus berlanjut hingga kemunculan kelompok yang ingin menghidupkan kembali demokrasi tumbuh kembang dan puncaknya adalah lahirnya Magna Charta (Piagam Besar) sebuah piagam yang memuat perjanjian antara kaum bangsawan Inggris dan Raja John yang merupakan tonggak kebangkitan demokrasi empirik. Momentum lain yang menandai kebangkitan kembali demokrasi di dunia barat adalah gerakan rennaisance dan reformasi. Renaissance lahir di barat karena adanya kontak dengan dunia Islam yang ketika itu sedang berada pada puncak kejayaan ilmu pengetahuannya. Karena itu seorang orientalis Philip K. Hitti menyatakan bahwa dunia Islam telah memiliki sumbangan besar terhadap perkembangan dan kemajuan eropa Sedngkan reformasi, suatu gerakan revolusi agama yang terjadi di eropa pada abad ke-16 yang bertujuan memperbaiki keadaan dalam gereja katolik. Hasil dari gerakan reformasi adalah adanya peninjauan terhadap doktrin gereja katolik yang berkembang menjadi protetanisme.

Kelebihan Demokrasi Barat

1. Mengutamakan kepentingan rakyat dan kesejahteraan rakyat

2. HAM dipegang teguh dan dijunjung tinggi oleh negara

3. Memiliki Sosialisme Demokrasi atau Demokrasi Sosial

4. Demokrasi menggunakan cara yang realistis dan efektif

5. Pemerintah memegang teguh janjinya terhadap rakyat

 

Kekurangan Demokrasi Barat

  1. Terkadang keputusan pemerintah melanggar kemerdekaan Negara dan hak-hak individu seperti tercantum dalam konstitusi Negara tersebut.
  2. Karena terdapat Negara-negara bagian di Negara barat maka terkadang terjadi masalah yang dikarenakan undang-undang yang dibuat oleh Negara bagian bertentangan dengan pemerintah pusatnya atau pemerintah federal.
  3. Terlalu imperealisme

 

Perbandingan Demokrasi di Indonesia dengan Demokrasi di Barat

NO.

Demokrasi di Indonesia

Demokrasi di Barat

1.

Menggunakan Sistem Demokrasi Pancasila

Menganut Demokrasi Liberal atau Konstitusional

2.

Bentuk Negara Kesatuan Republik

Bentuk Negara Federal

3.

Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan

 

Menganut Sistem Presidensial, Parlementer, dan Semipresidensial

 

 

PENCEMARAN AIR

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat internasional hingga sumber air pribadi dan sumur). Telah dikatakan bahwa pousi air adalah penyebab terkemuka di dunia untuk kematian dan penyakit, dan tercatat atas kematian lebih dari 14.000 orang setiap harinya. Diperkirakan 700 juta orang India tidak memiliki akses ke toilet, dan 1.000 anak-anak India meninggal karena penyakit diare setiap hari. Sekitar 90% dari kota-kota Cina menderita polusi air hingga tingkatan tertentu, dan hampir 500 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman. Ditambah lagi selain polusi air merupakan masalah akut di negara berkembang, negara-negara industri/maju masih berjuang dengan masalah polusi juga. Dalam laporan nasional yang paling baru pada kualitas air di Amerika Serikat, 45 persen dari mil sungai dinilai, 47 persen dari danau hektar dinilai, dan 32 persen dari teluk dinilai dan muara mil persegi diklasifikasikan sebagai tercemar.

Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air.  Pada umumnya dampak pencemara Air dibagi menjadi empat kategori(KLH, 2004), yaitu dampak terhadap kehidupan biota air, dampak terhadap kulaitas air, dampak terhadap kesehatan dan dampak terhadap estetika lingkungan. Salah satu dampak pencemaran air yang di bahas pada makalah ini adalah dampak terhadap kehidupan biota air.  Banyaknya zat pencemar pada air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga akan mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya. Selain itu kematian dapat pula terjadi disebabkan adanya zat beracun yang juga menyebabkan kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air. Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. Dengan air limbah menjadi sulit terurai, panas dari industri juga akan membawa dampak bagi kematian organisme, apabila air limbah tidak didinginkan dahulu.

 

  1. B.     Pengertian Pencemaran Air

 

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomen alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organic seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Faktor Penyebab Pencemran Air

Pencemaran air dapat disebabkan oleh limbah industri, perumahan, pertanian, rumah tangga, industri, dan penangkapan ikan dengan menggunakan racun. Polutan industri antara lain polutan organik (limbah cair), polutan anorganik (padatan, logam berat), sisa bahan bakar, tumpaham minyak tanah dan oli merupakan sumber utama pencemaran air, terutama air tanah. Disamping itu penggundulan hutan, baik untuk pembukaan lahan pertanian, perumahan dan konstruksi bangunan lainnya mengakibatkan pencemaran air tanah. Limbah rumah tangga seperti sampah organik (sisa-sisa makanan), sampah anorganik (plastik, gelas, kaleng) serta bahan kimia (detergen, batu batere) juga berperan besar dalam pencemaran air, baik air di permukaan maupun air tanah.Polutan dalam air mencakup unsur-unsur kimia, pathogen/bakteri dan perubahan sifat Fisika dan kimia dari air. Banyak unsur-unsur kimia merupakan racun yang mencemari air. Patogen/bakteri mengakibatkan pencemaran air sehingga menimbulkan penyakit pada manusia dan binatang. Adapun sifat fisika dan kimia air meliputi derajat keasaman, konduktivitas listrik, suhu dan pertilisasi permukaan air. Adapun beberapa faktor penyebab pencemaran air yang terjadi dikebayanyakan wilayah di dunia adalah ;

  1. Kekurangan DO ( Disolve Oksigen)

Yang dimaksud adalah oksigen terlarut yang terkandung di dalam air, berasal dari udara dan hasil proses fotosintesis tumbuhan air. Oksigen diperlukan oleh semua mahluk yang hidup di air seperti ikan, udang, kerang dan hewan lainnya termasuk mikroorganisme seperti bakteri.

Agar ikan dapat hidup, air harus mengandung oksigen paling sedikit 5 mg/ liter atau 5 ppm (part per million). Apabila kadar oksigen kurang dari 5 ppm, ikan akan mati, tetapi bakteri yang kebutuhan oksigen terlarutnya lebih rendah dari 5 ppm akan berkembang.

  1. Zat Padat Terlarut

Air alam mengandung zat padat terlarut yang berasal dari mineral dan garam-garam yang terlarut ketika air mengalir di bawah atau di permukaan tanah. Apabila air dicemari oleh limbah yang berasal dari industri pertambangan dan pertanian, kandungan zat padat tersebut akan meningkat. Jumlah zat padat terlarut ini dapat digunakan sebagai indikator terjadinya pencemaran air. Selain jumlah, jenis zat pencemar juga menentukan tingkat pencemaran. Air yang bersih adalah jika tingkat D.O nya tinggi, sedangkan B.O.D dan zat padat terlarutnya rendah.

  1. 3.      Limbah Pabrik dan Rumah Tangga

a)      Limbah industri (bahan kimia baik cair ataupun padatan, sisa-sisa bahan bakar,tumpahan minyak dan oli, kebocoran pipa-pipa minyak tanah yang ditimbun
dalam tanah)

b)     Pengungangan lahan hijau/hutan akibat perumahan, bangunan

c)      Limbah pertanian (pembakaran lahan, pestisida)

d)     Limbah pengolahan kayu

e)      Penggunakan bom oleh nelayan dalam mencari ikan di laut

f)       Rumah tangga (limbah cair, seperti sisa mandi, MCK, sampah padatan seperti plastik, gelas, kaleng, batu batere, sampah cair seperti detergen dan sampah organik, seperti sisa-sisa makanan dan sayuran).

 

Berdasarkan defisini dari pencemaran air, dapat diketahui bahwa penyebab pencemaran air dapat berupa masuknya makhluk hidup, zat, energi ataupun komponen lain sehingga kualias air menurun dan air pun tercemar.

Banyak penyebab pencemaran air, tetapi secara umum dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) yaitu sumber kontaminan langsung dan dan tidak langsung. Sumber langsung meliputi efluen yang keluar industri, TPA sampah, rumah tangga dan sebagainya. Sumber tak langsung adalah kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah atau atmosfir berupa hujan. Pada dasarnya sumber pencemaran air berasal dari industri, rumah tangga (pemukiman) dan pertanian. Tanah dan air mengandung sisa dari aktifitas pertanian seperti pupuk dan pestisida. Kontaminan dari atmosfir juga berasal dari aktifitas manusia yaitu pencemaran udara yang menghasilkan hujan asam.

Selain itu pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti :

  • Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
  • Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
  • Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
  •  Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum


KOMPONEN PENCEMARAN AIR
DI PERMUKIMAN WARGA

 

Zaman sekarang ini manusia telah mengenal banyak sekali jenis-jenis zat kimia. Dan hampir 100.000 zat kimia digunakan secara komersil. Sebagian besar sisa zat kimia tersebut dibuang ke badan air atau air tanah. Seperti pestisida yang digunakan di pertanian, industri atau rumah tangga, deterjen yang digunakan di rumah tangga, atau PCBs yang biasa digunakan dalam alat-alat elektronik.

 

  1. Bahan Buangan Padat

Bahan buangan padat adalah bahan buangan yang berbentuk padat, baik yang kasar maupun yang halus, misalnya sampah. Buangan tersebut bila dibuang ke air menjadi pencemaran dan akan menimbulkan pelarutan, pengendapan ataupun pembentukan koloidal.

  1. Bahan buangan organik dan olahan bahan makanan

Bahan buangan organic umumnya berupa limbah yang dapat membusuk atau terdegradasi oleh mikroorganisme, sehingga bila dibuang ke perairan akan menaikkan populasi mikroorganisme.

  1. Bahan buangan anorganik

Bahan buangan anorganik sukar didegradasi oleh mikroorganisme, umumnya adalah logam. Apabila masuk ke perairan, maka akan terjadi peningkatan jumlah ion logam dalam air. Bahan buangan anorganik ini biasanya berasal dari limbah industri yang melimbatkan unsur-unsur logam seperti timbal (Pb), Arsen (As), Magnesium (Mg), dll.

  1. Bahan buangan cairan berminyak

Bahan buangan berminyak yang dibuang ke air lingkungan akan mengapung menutupi permukaan air. Jika bahan buangan minyak mengandung senyawa yang volatile, maka akan terjadi penguapan dan luas permukaan minyak yang menutupi permukaan air akan menyusut. Penyusutan minyak ini tergantung jenis minyak dan waktu. Lapisan minyak pada permukaan air dapat terdegradasi oleh mikroorganisme tertentu, tetapi membutuhkan waktu yang lama.

  1. Bahan buangan berupa panas

Perubahan kecil pada temperatur air lingkungan bukan saja dapat menghalau ikan atau spesies lainnya, namun juga akan mempercepat proses biologis pada tumbuhan dan hewan bahkan akan menurunkan tingkat oksigen dalam air. Akibatnya akan terjadi kematian pada ikan atau akan terjadi kerusakan ekosistem.

  1. f.         Bahan buangan zat kimia

Bahan buangan zat kimia banyak ragamnya, tetapi dalam bahan pencemaran air ini akan dikelompokkan menjadi :

  1.  Sabun (deterjen, sampo dan bahan pembersih lainnya)
  2. Bahan pemberantas hama (insektisida),
  3. Zat warna kimia,
  4. Zat radioaktif.

 

  1. B.     Indikator Pencemaran Air

Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati yang dapat digolongkan menjadi :

–        Pengamatan secara fisis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan     tingkat kejernihan air (kekeruhan), perubahan suhu, warna dan adanya perubahan warna, bau dan rasa

–        Pengamatan secara kimiawi, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan zat kimia yang terlarut, perubahan pH 

–        Pengamatan secara biologis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan mikroorganisme yang ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri pathogen.

Indikator yang umum diketahui pada pemeriksaan pencemaran air adalah pH atau konsentrasi ion hydrogen, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen, DO), kebutuhan oksigen biokimia (Biochemiycal Oxygen Demand, BOD) serta kebutuhan oksigen kimiawi (Chemical Oxygen Demand, COD).

 

pH atau Konsentrasi Ion Hidrogen

Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai pH sekitar 6,5 – 7,5. Air akan bersifat asam atau basa tergantung besar kecilnya pH. Bila pH di bawah pH normal, maka air tersebut bersifat asam, sedangkan air yang mempunyai pH di atas pH normal bersifat basa. Air limbah dan bahan buangan industri akan mengubah pH air yang akhirnya akan mengganggu kehidupan biota akuatik.

Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahab pH dan menyukai pH antara 7 – 8,5. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan , misalnya proses nitrifikasi akan berakhir pada pH yang rendah. Pengaruh nilai pH pada komunitas biologi perairan dapat dilihat pada table di bawah ini :

 

Tabel : Pengaruh pH Terhadap Komunitas Biologi Perairan

 

Nilai pH

Pengaruh Umum

6,0 – 6,5

1. Keanekaragaman plankton dan bentos sedikit menurun

2. Kelimpahan total, biomassa, dan produktivitas tidak mengalami perubahan

5,5 – 6,0

1. Penurunan nilai keanekaragaman plankton dan bentos semakin tampak

2. Kelimpahan total, biomassa, dan produktivitas masih belum mengalami perubahan yang berarti

3. Algae hijau berfilamen mulai tampak pada zona litoral

5,0 – 5,5

1. Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton, perifilton dan bentos semakin besar

2. Terjadi penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan bentos

3. Algae hijau berfilamen semakin banyak

4. Proses nitrifikasi terhambat

4,5 – 5,0

1. Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton, perifilton dan bentos semakin besar

2. Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan bentos

3. Algae hijau berfilamen semakin banyak

4. Proses nitrifikasi terhambat

Sumber : modifikasi Baker et al., 1990 dalam Efendi, 2003

 

Pada pH < 4, sebagian besar tumbuhan air mati karena tidak dapat bertoleransi terhadap pH rendah. Namun ada sejenis algae yaitu Chlamydomonas acidophila mampu bertahan pada pH =1 dan algae Euglena pada pH 1,6.

 

Oksigen terlarut (DO)

        Tanpa adanya oksegen terlarut, banyak mikroorganisme dalam air tidak dapat hidup karena oksigen terlarut digunakan untuk proses degradasi senyawa organic dalam air. Oksigen dapat dihasilkan dari atmosfir atau dari reaksi fotosintesa algae. Oksigen yang dihasilkan dari reaksi fotosintesa algae tidak efisien, karena oksigen yang terbentuk akan digunakan kembali oleh algae untuk proses metabolisme pada saat tidak ada cahaya. Kelarutan oksigen dalam air tergantung pada temperature dan tekanan atmosfir. Berdasarkan data-data temperature dan tekanan, maka kalarutan oksigen jenuh dalam air pada 25o C dan tekanan 1 atmosfir adalah 8,32 mg/L (Warlina, 1985).

        Kadar oksigen terlarut yang tinggi tidak menimbulkan pengaruh fisiologis bagi manusia. Ikan dan organisme akuatik lain membutuhkan oksigen terlarut dengan jumlah cukup banyak. Kebutuhan oksigen ini bervariasi antar organisme. Keberadaan logam berta yang berlebihan di perairan akan mempengaruhi system respirasi organisme akuatik, sehingga pada saat kadar oksigen terlarut rendah dan terdapat logam berat dengan konsentrasi tinggi, organisme akuatik menjadi lebih menderita (Tebbut, 1992 dalam Effendi, 2003).

        Pada siang hari, ketika matahari bersinar terang, pelepasan oksigen oleh proses fotosintesa yang berlangsung intensif pada lapisan eufotik lebih besar daripada oksigen yang dikonsumsi oleh proses respirasi. Kadar oksigen terlarut dapat melebihi kadar oksigen jenuh, sehingga perairan mengalami supersaturasi. Sedangkan pada malam hari, tidak ada fotosintesa, tetapi respirasi terus berlangsung. Pola perubahan kadar oksigen ini mengakibatkan terjadinya fluktuasi harian oksigen pada lapisan eufotik perairan. Kadar oksigen maksimum terjadi pada sore hari dan minimum pada pagi hari.                           

 

Kebutuhan Oksigen Biokimia (BOD) 

        Dekomposisi bahan organic terdiri atas 2 tahap, yaitu terurainya bahan organic menjadi anorganik dan bahan anorganik yang tidak stabil berubah menjadi bahan anorganik yang stabil, misalnya ammonia mengalami oksidasi menjadi nitrit atau nitrat (nitrifikasi). Pada penentuan nilai BOD, hanya dekomposisi tahap pertama ynag berperan, sedangkan oksidasi bahan anorganik (nitrifikasi) dianggap sebagai zat pengganggu.

        Dengan demikian, BOD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam lingkungan air untuk memecah (mendegradasi) bahan buangan organic yang ada dalam air menjadi karbondioksida dan air. Pada dasarnya, proses oksidasi bahan organic berlangsung cukup lama. Menurut Sawyer dan McCarty, 1978 (Effendi, 2003) proses penguraian bahan buangan organic melalui proses oksidasi oleh mikroorganisme atau oleh bakteri aerobic adalah :

   CnHaObNc   +  (n + a/4 – b/2 – 3c/4) O2       →       n CO2  +  (a/2 – 3c/2) H2O  +  c NH3  

   Bahan organic                   oksigen                     bakteri aerob

 

Untuk kepentingan praktis, proses oksidasi dianggap lengkap selama 20 hari, tetapi penentuan BOD selama 20 hari dianggap masih  cukup lama. Penentuan BOD ditetapkan selam 5 hari inkubasi, maka biasa disebut BOD5.  Selain memperpendek waktu yang diperlukan, hal ini juga dimaksudkan untuk meminimumkan pengaruh oksidasi ammonia yang menggunakan oksigen juga. Selama 5 hari masa inkubasi, diperkirakan 70% – 80% bahan organic telah mengalami oksidasi. (Effendi, 2003). 

Jumlah mikroorganisme dalam air lingkungan tergantung pada tingkat kebersihan air. Air yang bersih relative mengandung mikroorganisme lebih sedikit dibandingkan yang tercemar. Air yang telah tercemar oleh bahan buangan yang bersifat antiseptic atau bersifat racun, seperti fenol, kreolin, detergen, asam cianida, insektisida dan sebagainya, jumlah mikroorganismenya juga relative sedikit. Sehingga makin besar kadar BOD nya, maka merupakan indikasi bahwa perairan tersebut telah tercemar, sebagai contoh adalah kadar maksimum BOD5 yang diperkenankan untuk kepentingan air minum dan menopang kehidupan organisme akuatik adalah 3,0 – 6,0 mg/L berdasarkan UNESCO/WHO/UNEP, 1992. Sedangkan berdasarkan Kep.51/MENKLH/10/1995 nilai BOD5 untuk baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri golongan I adalah 50 mg/L dan golongan II adalah 150 mg/L. 

 

Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD)

        COD adalah jumlah oksigen yang diperlukan agar bahan buangan yang ada dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia baik yang dapat didegradasi secara biologis maupun yang sukar didegradasi. Bahan buangan organic tersebut akan dioksidasi oleh kalium bichromat yang digunakan sebagai sumber oksigen (oxidizing agent) menjadi gas CO2 dan gas H2O serta sejumlah ion chrom. Reaksinya sebagai berikut :

           HaHbOc  +  Cr2O7 2-  +  H    →    CO2  +  H2O  +  Cr 3+

        Jika pada perairan terdapat bahan organic yang resisten terhadap degradasi biologis, misalnya tannin, fenol, polisacharida dansebagainya, maka lebih cocok dilakukan pengukuran COD daripada BOD. Kenyataannya hampir semua zat organic dapat dioksidasi oleh oksidator kuat seperti kalium permanganat dalam suasana asam, diperkirakan 95% – 100% bahan organic dapat dioksidasi.

        Seperti pada BOD, perairan dengan nilai COD tinggi tidak diinginkan bagi kepentingan perikanan dan pertanian. Nilai COD pada perairan yang tidak tercemar biasanya kurang dari 20 mg/L, sedangkan pada perairan tercemar dapat lebih dari 200 mg/L dan pada limbah industri dapat mencapai 60.000 mg/L (UNESCO,WHO/UNEP, 1992).

  1. C.    Dampak dari Pencemaran Air

 

Pencemaran air dapat berdampak sangat luas, misalnya dapat meracuni air minum, meracuni makanan hewan, menjadi penyebab ketidak seimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam dsb.

Di badan air, sungai dan danau, nitrogen dan fosfat dari kegiatan pertanian telah menyebabkan pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali yang disebut eutrofikasi (eutrofication). Ledakan pertumbuhan tersebut menyebabkan oksigen yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati, dekomposisinya menyedot lebih banyak oksigen. Akibatnya ikan akan mati dan aktivitas bakteri akan menurun.

Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi dalam 4 kategori (KLH, 2004)

            – dampak terhadap kehidupan biota air

            – dampak terhadap kualitas air tanah

            – dampak terhadap kesehatan

      – dampak terhadap estetika lingkungan

 

  1. a.       Dampak terhadap kehidupan biota air

   Banyaknya zat pencemar pada air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga akan mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya. Selain itu kematian dapat pula disebabkan adanya zat beracun yang juga menyebabkan kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air.

   Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. Dengan air limbah menjadi sulit terurai. Panas dari industri juaga akan membawa dampak bagi kematian organisme, apabila air limbah tidak didinginkan dahulu.

 

  1. b.      Dampak terhadap kualitas air tanah

Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah terjadi dalam skala yang luas, hal ini telah dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di Jakarta. Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran tersebut.

 

  1. c.       Dampak terhadap kesehatan

           Peran air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam antara lain :

–          air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen

–          air sebagai sarang insekta penyebar penyakit

–          jumlah air yang tersedia tak cukup, sehingga manusia bersangkutan tak dapat membersihkan diri

–          air sebagai media untuk hidup vector penyakit

Ada beberapa penyakit yang masuk dalam katagori water-borne diseases, atau penyakit-penyakit yang dibawa oleh air, yang masih banyak terdapat di daerah-daerah. Penyakit-penyakit ini dapat menyebar bila mikroba penyebabnya dapat masuk ke dalam sumber air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan jenis mikroba yang dapat menyebar lewat air antara lain, bakteri, protozoa dan metazoa.

 

Tabel : Beberapa Penyakit Bawaan Air dan Agennya

Agen

Penyakit

Virus

 

Rotavirus

Diare pada anak

Virus Hepatitis A

Hepatitis A

Virus Poliomyelitis

Polio (myelitis anterior acuta)

Bakteri

 

Vibrio cholerae

Cholera

Escherichia Coli

Diare/Dysenterie

Enteropatogenik

 

Salmonella typhi

Typhus abdominalis

Salmonella paratyphi

Paratyphus

Shigella dysenteriae

Dysenterie

Protozoa

 

Entamuba histolytica

Dysentrie amoeba

Balantidia coli

Balantidiasis

Giarda lamblia

Giardiasis

Metazoa

 

Ascaris lumbricoides

Ascariasis

Clonorchis sinensis

Clonorchiasis

Diphyllobothrium latum

Diphylobothriasis

Taenia saginata/solium

Taeniasis

Schistosoma

Schistosomiasis

Sumber : KLH, 2004

 

  1. d.      Dampak terhadap estetika lingkungan

Dengan semakin banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan, maka perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan. Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika. Selain bau, limbah tersebut juga menyebabkan tempat sekitarnya menjadi licin. Sedangkan limbah detergen atau sabun akan menyebabkan penumpukan busa yang sangat banyak. Inipun dapat mengurangi estetika.

 

 

  1. D.    Penanggulangan dan Pencegahan terhadap Pencemaran Air

 

Pengendalian/penanggulangan pencemaran air di Indonesia telah diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas dan Pengendalian Pencemaran Air. Secara umum hal ini meliputi pencemaran air baik oleh instansi ataupun non-instansi. Salah satu upaya serius yang telah dilakukan Pemerintah dalam pengendalian pencemaran air adalah melalui Program Kali Bersih (PROKASIH). Program ini merupakan upaya untuk menurunkan beban limbah cair khususnya yang berasal dari kegiatan usaha skala menengah dan besar, serta dilakukan secara bwertahap untuk mengendalikan beban pencemaran dari sumber-sumber lainnya. Program ini juga berusaha untuk menata pemukiman di bantaran sungai dengan melibatkan masyarakat setempat (KLH, 2004).

Pada prinsipnya ada 2 (dua) usaha untuk menanggulangi pencemaran, yaitu penanggulangan secara non-teknis dan secara teknis.  Penanggulangan secara non-teknis yaitu suatu usaha untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara menciptakan peraturan perundangan yang dapat merencanakan, mengatur dan mengawasi segala macam bentuk kegiatan industri dan teknologi sehingga tidak terjadi pencemaran. Peraturan perundangan ini hendaknya dapat memberikan gambaran secara jelas tentang kegiatan industri yang akan dilaksanakan, misalnya meliputi AMDAL, pengaturan dan pengawasan kegiatan dan menanamkan perilaku disiplin. Sedangkan penanggulangan secara teknis bersumber pada perlakuan industri terhadap perlakuan buangannya, misalnya dengan mengubah proses, mengelola limbah atau menambah alat bantu yang dapat mengurangi pencemaran.

Sebenarnya penanggulangan pencemaran air dapat dimulai dari diri kita sendiri. Dalam keseharian, kita dapat mengurangi pencemaran air dengan cara mengurangi produksi sampah (minimize) yang kita hasilkan setiap hari. Selain itu, kita dapat pula mendaur ulang (recycle) dan mendaur pakai (reuse) sampah tersebut.

        Kitapun perlu memperhatikan bahan kimia yang kita buang dari rumah kita. Karena saat ini kita telah menjadi masyarakat kimia, yang menggunakan ratusan jenis zat kimia dalam keseharian kita, seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, memupuk tanaman, dan sebagainya. Kita harus bertanggung jawab terhadap berbagai sampah seperti makanan dalam kemasan kaleng, minuman dalam botol dan sebagainya, yang memuat unsur pewarna pada kemasannya dan kemudian terserap oleh air tanah pada tempat pembuangan akhir. Bahkan pilihan kita untuk bermobil atau berjalan kaki, turut menyumbangkan emisi asam atu hidrokarbon ke dalam atmosfir yang akhirnya berdampak pada siklus air alam.   

        Menjadi konsumen yang bertanggung jawab merupakan tindakan yang bijaksana. Sebagai contoh, kritis terhadap barang yang dikonsumsi, apakah nantinya akan menjadi sumber bencana yang persisten, eksplosif, korosif dan beracun atau degradable (dapat didegradasi alam)? Apakah barang yang kita konsumsi nantinya dapat meracuni manusia, hewan, dan tumbuhan aman bagi makhluk hidup dan lingkungan ?

        Teknologi dapat kita gunakan untuk mengatasi pencemaran air. Instalasi pengolahan air bersih, instalasi pengolahan air limbah, yang dioperasikan dan dipelihara baik, mampu menghilangkan substansi beracun dari air yang tercemar. Dari segi kebijakan atau peraturanpun mengenai pencemaran air ini telah ada. Bila kita ingin benar-benar hal tersebut dapat dilaksanakan, maka penegakan hukumnya harus dilaksanakan pula. Pada akhirnya, banyak pilihan baik secara pribadi ataupun social (kolektif) yang harus ditetapkan, secara sadar maupun tidak, yang akan mempengaruhi tingkat pencemaran dimanapun kita berada. Walaupun demikian, langkah pencegahan lebih efektif dan bijaksana.

        Melalui penanggulangan pencemaran ini diharapkan bahwa pencemaran akan berkurang dan kualitas hidup manusia akan lebih ditingkatkan, sehingga akan didapat sumber air yang aman, bersih dan sehat.

 
   

Air merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh manusia dan makhluk hiudp lainnya. Manusia memerlukan air baik untuk proses kimia fisika maupun untuk aktifitas kehidupan lainnya.

Sekalipun air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, tetapi kualitas air sangat dipengaruhi oleh peranan manusia dalam pengelolaannya. Kualitas total air tawar yang ada di bumi jumlahnya relatif dapat menurun jumlahnya.

Pengelolaan air di sini termasuk pengelolaan perairan pantai dan ekosistem danau. Pengelolaan air meliputi strategi sebagai berikut:

  1. melindungi perairan agar terjaga kebersihannya sehingga dapat menjaga kelangsungan flora dengan menjaga perakaran tanaman dari gangguan fisik maupun kimiawi;
  2. mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar perairan, sehingga proses fotosintesa dapat berjalan lancar
  3. menjaga agar fauna memangsa dan predator selalu seimbang dengan mempertahankan rantai makanan
  4. mempergunakan sumberdaya berupa air seefisien mungkin, sehingga zat hara yang ada dapat tersimpan dengan baik yang juga berarti sebagai penimpan energi dan materi;

Pada prinsipnya pengelolaan sumber daya alam air ini, sangat bergantung pada bagaimana kita mempergunakan dan memelihara serta memperlakukan sumber air itu menjadi seoptimal mungkin, tetapi tanpa merusak ataupun mencemarinya dan juga mempertahankan keadaan lingkungan sebaik-baiknya.

Usaha Mencegah Pencemaran Air

Usaha pencegahan pencemaran air ini bukan merupakan proses yang sederhana, tetapi melibatkan berbagai faktor sebagai berikut:

  1. Air limbah ang akan dibuang ke perairan harus diolah lebih dahulu sehingga memenuhi standar air limbah yang telah ditetapkan pemerintah.
  2. Menentukan dan mencegah terjadinya interaksi sinergisma antarpolutan pemerintah.
  3. Menggunakan bahan yang dapat mencegah dan menyerap minyak yan gtumpah di perairan
  4. Tidak membuang air limbah rumah tangga langsung ke dalam perairan. Hal ini untuk mencegah pencemaran air oleh bakteri.
  5. Limbah radioaktif harus diproses dahulu agar tidak mengandung bahaya radiasi dan barulah dibuang di perairan.
  6. Mengeluarkan atau menguraikan deterjen atau bahan kimia lain dengan menggunakan aktifitas mikroba tertentu sebelum dibuang ke dalam perairan umum

Semua ketentuan di atas bila tidak dapat dipenuhi dapat dikenakan sanksi.

     BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa:

  • Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen- komponen lain ke dalam lingkungan akibat aktivitas manusia ataupun prose alami
  • Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut poutan
  • Polusi air adalah  pristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen- komponen lain ke dalam air sehingga kualitas air terggangu
  • Sumber polusi air antara lain limbah rumah tangga, sampah masyarakat, limbah pertanian, limbah industri dan sebagianya
  • Akibat yang ditimbulkan dari polusi air adalah banjir, merusak system organ manusia,menimbulkan berbagai bibit penyakit, kanker, kelahiran bayi cacat dan lain- lain.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. 2010. Pencemaran Air di Indonesia. Diakses di  http://id.wikipedia.org, pada tanggal 05 Mei 2012.

Anonim. 2012. Dampak Pencemaran Air. Diakses di http://minamini.wordpress.com, pada tanggal 05 Mei 2012.

Anonim. 2012. Pencemaran Air. Diakses di  http://id.wikipedia.org, pada tanggal 05 Mei 2012.

                                                                                                                

DAISY FLOWER

Image

DAISYadalah bunga dari keluarga asteraceae sama halnya seperti bunga aster atau sunflower. Asteraceae adalah keluarga tumbuhan berbunga kedua terbesar dalam segi banyaknya species atau jenis. Bunga daisy ini diperkirakan mencapai 10 persen dari semua tumbuhan berbunga di bumi dan diperdebat oleh para pakar antara tumbuhan jenis daisy ini lebih banyak atau tumbuhan jenis anggrek yang jumlahnya tidak kalah banyak dalam segi species. Pembelajaran atau pengetahuan mengenai keluarga tanaman ini disebut synantherology. Bunga daisy cukup sederhana bentuknya, memiliki bundaran yang lebar di tengah dan dikelilingi oleh petal-petal yang seperti sinar matahari, mungkin karena inilah bunga ini mulai disebut jenis bunga sunflower. Salah satu ciri bunga ini yaitu membuka petalnya pada pagi hari saat matahari terbit dan menutupnya kembali pada saat matahari terbenam, tetapi bunga daisy ini tidak cuman dikenal dalam hal itu, bunga ini juga terkenal akan kemampuannya menyembuhkan penyakit penyakit tertentu. Kebanyakan bunga ini ditemui berwarna putih, tapi ada juga yang berwarna merah, kuning, dan ungu. Bunga daisy yang paling disukai adalah gerbera daisy atau disebut juga African daisy, transvaal daisy ataupun Barberton daisy. Warnanya indah terang menyolok dan menjadi bunga daisy yang berharga paling tinggi dari jenis bunga daisy lainnya. Bunga gerbera daisy ini juga merupakan bunga kelima yang paling banyak digunakan sebagai “cut flower” setelah mawar, bunga carnation, chrysanthemum dan tulip. Daun dan bagian petal dari bunga ini dapat dimakan dan bisa digunakan untuk membuat teh untuk menyembuhkan sakit tenggorokan atau sakit perut.