GAYA HIDUP MANUSIA MENYEBABKAN RUSAKNYA EKOLOGI

GAYA HIDUP MANUSIA MENYEBABKAN RUSAKNYA EKOLOGI

Satu permasalahan besar dalam kehidupan manusia di planet ini adalah masalah lingkungan. Dunia menyaksikan bagaimana sebagian besar manusia dari hari ke hari semakin haus dan gila terhadap kekayaan. Semenjak dimulainya era teknologi modern, perubahan peradaban manusia di bumi semakin terasa. Manusia semakin mampu mengembangkan teknologi canggih untuk memenuhi segala yang diinginkannya. Sayangnya, kemajuan teknologi tidak diimbangi dengan peningkatan keimanana dan ketaatan kepada ajaran agama. Orientasi hidup manusia mulai bergeser, tertuju pada kebendaan dan pemuasan kebutuhan duniawi semata. Bagi sebagian besar manusia, hidup adalah bekerja keras demi memuaskan kantong, perut, dan bagian bawah perut.

Demi untuk bisa hidup enak, kebutuhan diri tercukupi, dan harta bergelimang, segala cara ditempuh. Tak peduli bila melanggar ketentuan Yang Maha Kuasa dan merugikan manusia lain. Satu-satunya yang terfikir dalam otak hanyalah bagaimana hartanya setiap saat bertambah. Hal yang dicita-citakan hanyalah bagaimana nafsu perut dan bawah perutnya terlampiaskan.

Pada akhirnya, paham materialisme melahirkan sikap egois. Setiap orang hanya memikirkan diri sendiri, tidak peduli pada nasib orang lain. Egoism melahirkan sikap rakus, mendorong pada persaingan yang tidak sehat, dan membangkitkan kezaliman terhadap orang lain.

Manusia berlomba-lomba mencari kepuasan materi dan terus mengeksploitasi alam sesukanya. Manusia telah dibutakan oleh keserakahan dan tidak menyadari bahwa mereka bisa hidup karena dukungan alam. Kebutuhan hidup manusia, terutama pangan berasal dari alam. Manusia juga membutuhkan oksigen untuk bernafas sebagai syarat mutlak penunjang hidup. Oleh karena itu, hendaknya manusia mengerti bahwa mereka sangat bergantung pada alam untuk hidup. Ketika alam hancur, manusia juga pasti akan hancur. Dengan mesin-mesin raksasa, para pengusaha yang haus harta mengunduli ribuan bahkan jutaan hektar hutan. Eksploitasi hutan untuk kepentingan segelintir manusia egois tersebut mengakibatkan margasatwa kehilangan makanan dan tempat tinggal, dan manusia kehilangan sumber air. Eksploitasi terhadap sumber daya alam secara berlebihan dan sembarangan, terbukti menyebabkan kehancuran pada manusia sendiri. Manusia dengan seluruh kemampuan teknologinya sekalipun, tidak akan sanggup berpacu dengan kerusakan alam dan akibat yang ditimbulkannya.

Maka, manusialah sentral dari kerusakan lingkungan. Memang ada kerusakan alam yang terjadi begitu saja. Tetapi semuanya adalah proses yang secara natural memang terjadi demikian. Sementara kerusakan yang disebabkan oleh tangan manusia, hampir tidak pernah bisa terjadi secara natural. Melainkan secara sengaja dan penuh dengan nafsu merusak.

Mereka hanya mau mengeksploitasi dan merusak alam, tanpa mau melakukan peremajaan dan perbaikan. Keserakahan manusia benar-benar telah mengakibatkan terjadinya kerusakan parah pada daratan, lautan, dan udara.

Hamper setiap hari kita mendengar berita menyedihkan tentang kerusakan alam yang timbul pada sumber air, gunung, laut, atau udara. Bencana lumpur lapindo yang tak kunjung usai, banjir Jakarta, adam air, demam berdarah, flu burung, kekeringan, gempa, dan sebagainya selalu menghiasi berita di televise maupun di koran-koran.

Pemanfaatan alam lingkungan secara serampangan dan tanpa aturan telah dimulai sejak manusia memiliki kemampuan lebih besar dalam menguasai alam lingkungannya. Dengan mengeksploitasi alam, manusia menikmati kemakmuran hidup yang lebih banyak. Namun sayangnya, seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, alam lingkungan malah dieksploitasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan kerusakan yang dahyat. Kerusakan alam yang ditimbulkan oleh manusia bersumber dari cara pandang manusia terhadap alam lingkungannya.

Kondisi kehidupan manusia saat ini, memaksa kita mengubah cara berfikir kita terhadap alam. Persoalan baru yang kita hadapi saat ini menyangkut kerusakan lingkungan, berkaitan dengan manusia. Perilaku kita terhadap alam harus dilihat dalam konteks ini. Karena alam adalah sumber terbatas yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Memanipulasi dan mengeksploitasi alam demi kepentingan sekelompok manusia berarti memanipulasi dan mengeksploitasi kepentingan kelompok manusia lai yang sama-sama menggantungkan hidup pada alam.

Keegoisan manusia yang selalu mementingkan dirinya sendiri dan kelompok kecil tertentu telah mengundang berbagai bencana yang bisa kita rasakan selama beberapa tahun terakhir. Serentetan bencana yang telah terjadi merupakan peringatan alam, atau mungkin bisa dikatakan murka Tuhan yang sulit diduga kapan datangnya. Hal ini merupakan akibat dari ulah manusia sendiri yang berlebihan dalam melakukan eksploitasi terhadap alam.

Berbagai bencana yang dating dengan berbagai medium, harus kita pandang sebagai produk dari kecerobohan manusia yang buruk dan bahkan salah dalam memperlakukan lingkungan, sumber daya, dan berbagai aspek lain yang ada disekitarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s